
BANJIR BANDAR LAMPUNG TELAN KORBAN JIWA
Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung pada Jumat sore, 6 Maret 2026. Hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga sore hari menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke jalan serta kawasan permukiman warga.
Akibatnya, sejumlah rumah warga terendam banjir. Air yang meluap juga mengganggu akses jalan di beberapa titik, sehingga aktivitas masyarakat sempat terhambat. Selain itu, sejumlah kendaraan ikut terdampak arus banjir, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan hanyut terbawa derasnya aliran air.
Banjir juga terjadi di depan Kantor Baitul Maal Amanah dengan ketinggian diatas lutut orang dewasa. Banyak kendaraan terjebak tidak dapat melintas dan beberapa kendaraan terjebak lubang hingga mati mesin.
Banjir kali ini juga menyebabkan korban jiwa. Tiga orang dilaporkan hanyut saat banjir terjadi. Dua orang di antaranya ditemukan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Dua korban yang meninggal dunia terdiri dari seorang anak berinisial SA berusia 10 tahun yang ditemukan di wilayah Kecamatan Rajabasa, serta seorang pria dewasa yang belum diketahui identitasnya yang ditemukan di kawasan Jalan Dr. Harun, Kecamatan Tanjungkarang Timur.
Sementara itu, satu korban lainnya yang dilaporkan hanyut masih terus dicari oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran air dan sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Lampung mencatat sedikitnya 38 titik banjir tersebar di 10 kecamatan di Kota Bandar Lampung, di antaranya Way Halim, Rajabasa, Tanjungkarang Pusat, Tanjungkarang Timur, Sukarame, Sukabumi, Kedamaian, Tanjungkarang Barat, Enggal, dan Tanjung Seneng.
Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan genangan di sejumlah ruas jalan dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi lutut orang dewasa hingga mencapai knalpot sepeda motor, bahkan masuk ke dalam rumah warga.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung Selatan menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi terjadi sekitar pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat membuat sistem drainase di sejumlah wilayah tidak mampu menampung aliran air secara optimal sehingga memicu banjir.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban yang dilaporkan hilang. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah Lampung masih berpotensi terjadi hujan dalam beberapa waktu ke depan.
Himbauan Ketua Tim SAR Amanah
Merson ( Ketua Tim SAR Amanah ) mengimbau seluruh warga Kota Bandar Lampung untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian apabila terjadi banjir yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, seiring dengan kondisi cuaca yang mungkin berpotensi hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat diharapkan untuk tidak beraktivitas di sekitar aliran sungai, drainase besar, maupun kawasan yang rawan genangan saat hujan deras berlangsung. Warga juga diminta untuk selalu mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar aliran air yang deras guna menghindari risiko hanyut terbawa arus.
Selain itu, warga diimbau untuk memastikan saluran air di lingkungan masing-masing tidak tersumbat oleh sampah, serta segera memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi apabila air mulai meningkat.
Bagi pengendara diharapkan lebih berhati-hati saat melintasi jalan yang tergenang air, karena arus yang kuat dapat menyeret kendaraan dan membahayakan keselamatan.
Apabila terjadi kondisi darurat atau melihat warga yang membutuhkan bantuan, masyarakat diminta segera menghubungi pihak berwenang atau petugas penanggulangan bencana terdekat agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.




